Seberapa “horror” kah KIMIA itu?

kimia

Ketika mendengarkan kata kimia, orang cenderung berpikiran negatif. Apakah kimia itu menakutkan? Ada ibu-ibu yang bilang kepada anaknya, “Jangan beli jajan pinggir jalan, banyak mengandung bahan Kimia.” Lho.. bahan Kimia? Seberapa berbahaya? Jajanan pinggir jalan seperti es putar, kembang gula, dan segala jenis gorengan (pisang goreng, tahu goreng, dll) memang mengandung bahan kimia. Tetapi bahan kimia seperti apa yang terkandung dalam jajanan tersebut? Berbahaya atau tidak bila jajanan tersebut dikonsumsi?

Air, gula, dan garam merupakan bahan kimia yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, kehidupan kita tak lepas dari yang namanya bahan kimia. Kalau diteliti lebih dalam lagi, dari ujung rambut sampai ujung kaki, yang kita hirup dan kita hembuskan, yang kita makan, yang kita pakai, semuanya adalah bahan kimia. Jika berbicara mengenai satu kata “kimia” dengan sempit seperti itu, maka kita tidak akan memahami ilmu kimia yang sebenarnya.

Kimia, senyawa, molekul dan reaksinya akan terus terjadi dalam kehidupan sehari-hari kita, kapanpun dan di manapun kita berada. Kimia terjadi di rumah, di sekolah, di lingkungan sekitar, bahkan di dalam tubuh kita setiap saat. Ilmu kimia mempelajari mengenai materi, penyusun materi, dan reaksi yang terjadi pada tiap materi. Secara definisi, ilmu kimia adalah cabang dari ilmu pengetahuan alam yang mempelajari tentang susunan, struktur, sifat, dan perubahan materi, serta energi yang menyertai perubahan tersebut.

Ketika kita mencampurkan telur, tepung, gula, dan soda kue untuk membuat adonan roti, kemudian memasukkan adonan tersebut ke dalam oven, semua proses tersebut  adalah runtutan reaksi kimia. Ketika kita memasukkan detergen bubuk ke dalam air untuk mencuci baju, itu adalah kimia. Bahkan ketika kita meminum air, mengunyah makanan, dan bernafas, semuanya adalah reaksi kimia.

Seperti bidang ilmu pengetahuan alam lainnya, kimia berkembang dari rasa penasaran dan keingintahuan manusia terhadap lingkungan sekitarnya. Keingintahuan untuk menjawab berbagai fenomena seperti:

Kenapa besi bisa berkarat?
Kenapa ada lampu neon?
Kenapa sabun bisa membersihkan minyak pada piring atau pakaian?

Untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, maka kimiawan melakukan serangkaian percobaan. Merumuskan berbagai teori dan merancang beragam metode penelitian. Kemudian dari pecobaan yang telah dilakukan, maka didapatkan data yang valid. Dari data tersebut para kimiawan membangun dasar-dasar keilmuan kimia.

Sebelum ilmu pengetahuan alam ada secara luas, manusia lebih dahulu mengenal teknik kimia beserta aplikasinya yang mereka dapatkan dari coba-coba. Seperti teknik menyalakan api, teknik menyepuh logam, dan teknik dasar untuk pengolahan bahan makanan (pembuatan keju, pembuatan alkohol, dll).

Saat ini, kimia digunakan untuk memberikan solusi atas permasalahan yang timbul di masyarakat. Seperti permasalahan:

Bagaimana cara mendesain pabrik yang ramah lingkungan?
Bagaimana cara mengolah limbah agar ketika dibuang tidak berbahaya bagi lingkungan?
Bagaimana membuat logam yang anti karat?

Bagaimanapun juga, saat ini ilmu kimia telah berkembang sangat pesat mengikuti kemajuan zaman. Dewasa ini, ilmu kimia telah menjadi bagian hidup manusia modern, baik dalam teknologi yang digunakan maupun pada dampak lingkungan yang terjadi.

 

Dampak positif dari ilmu kimia adalah melahirkan teknologi, sedangkan dampak negatif dari ilmu kimia adalah tercemarnya lingkungan oleh limbah. Sehingga muncul pertanyaan baru:

Apakah persediaan air minum saat ini aman untuk dikonsumsi?
Apakah udara yang saya hirup aman?
Apakah itu hujan asam?

Apakah itu pemanasan global?

Jika pada masa lalu, tantangan sebagai seorang kimiawan ialah untuk menjelaskan sesuatu, kemudian memberikan teknologi tepat guna dari suatu reaksi kimia, maka tantangan kimia di masa depan ialah lebih besar lagi, yaitu bagaimana menangani limbah yang dihasilkan oleh kegiatan industri manusia. Kemudian untuk menjawab semua pertanyaan tersebut diperlukan pengetahuan yang cukup mengenai materi, komponen penyusunnya, dan reaksi yang mungkin terjadi padanya.

Lalu apakah yang bisa kita simpulkan? Apakah kimia itu “horror”? Jawabannya bisa iya, bisa tidak.. :)) Jika kita belajar dengan sungguh-sungguh untuk kebaikan, maka yang kita pelajari akan membawa pada kebaikan. Kita tidak boleh hanya memikirkan untuk menciptakan suatu teknologi yang canggih, tapi kita juga harus memikirkan bagaimanakah dampak yang ditimbulkan dari teknologi tersebut. Demikianlah pentingnya belajar kimia. Setidaknya kita tahu dan bisa membedakan mana bahan kimia yang berbahaya mana yang tidak. Secara lebih detail, kita harus banyak belajar lagi.

Ref :
–Keenan W. Charles, Kleinfelter C Donald, Wood H. Jesse, 1984, Ilmu Kimia Untuk Universitas, Penerbit Erlangga, Jakarta, alih bahasa oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka

–Ryerson, High School Chemistry Chemistry11, Mc Graw-Hill Companies Inc

–Mahfuzh tnt blog

 

By: Dwi Fajar Yanti

Comments are closed.